THE OUTSTANDING MADRASAH IN WEST SURABAYA

Rabu, 30 Desember 2009

Umat Islam Kehilangan


INNALILLAHIWA INNAILAIHIROJIUN
Keluarga Besar MTs. Nyai H. Ashfiyah, kehilangan bahkan semua Umat Islam se Indonesia bahkan Dunia, tokoh Ulama Dunia ABDURROHMAN WAHID (Gus Dur ). Gus Dur meninggal Rabu sekitar pukul 18.45 WIB, akibat komplikasi stroke, diabetes, dan jantung. Mantan Presiden ke-4 RI dan tokoh NU. semoga segala perbuatannya diterima Allah SWT. Amin...

Kamis, 29 Oktober 2009

PEMANTAPAN OSIS & PKS 2008-2009

Pemantapan Osis dalam rangka persiapan Pendamping Latihan dasar Kepemimpina Siswa (LDKS) XII dan Latihan Alam 2009, maka akan dilaksanakan Diklat/Pemantapan Osis dan PKS yang Insya Allah Sabtu, tanggal 31 Oktober tahun 2009 bertempat di MTs. Nyai H. Ashfiyah Surabaya. Sekaligus INFORMASI Pemilihan anggota Osis Periode 2009-2010 akan dilakanakan setelah Kegiatan LDKS di Claket-Mojokerto.bagi yang berminat bisa menghubungi ketua Osis Periode 2008-2009 "RATIH PURWANTI".

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA 2009

Keluarga Besar OSIS MTs. Nyai H. Ashfiyah Surabaya, mengucapkan selamat memperingati Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2009, semoga dengan peringatan Sumpah Pemuda, akan menambah rasa Persatuan dan Kesatuan antar Pemuda di Indonesia, dan tak ada lagi perpecahan antar bangsa. karena semboyan kita " Berbangsa satu Bangsa Indonesia ".

TEKS SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1945

Sabtu, 17 Oktober 2009

SUSUNAN PANITIA LDKS WIDYA ASHFIYAH CAKTI XII “ OSIS MTs. NYAI H. ASHFIYAH SURABAYA Tanggal 7 s/d 9 Nopember 2009 Villa Fadma Claket - Mojoker

Pembina : H. Agus Thohir, S.Ag.
Mujiono, S.Pd.
Didik Riswansyah, S.Pd.

Ketua : Ratih Purwanti
Sekretaris : Ana Rahmawati


GIAT :
1. IWAN GHOZALI
2. YUSUF FIRMANSYAH
3. HESTI SUHARDINI
4. AMELYA RUSYTAWATI


PENDAMPING : 1. ALAY EKA HADI K
2. M. BUKHORI
3. HARI SANTOSO
4. FITRIA NINGSIH
5. KRISTI INDAHYANTI
6. DENI FEBRIA K
7. NUR AMANAH

SEKBID
SEKBID PERLENGKAPAN : 1. M. HUSEN
2. YOGI PRASETYO
3. AFWAN AFFANDI
4. RISHA YULIA
5. YOSHI SUSANTO
6. ABIDIN


KESEHATAN : 1. SITI ANISAH
2. RISKA APRILLIA
3. FAISAL AHMAD NURIL
4. PUTRI LESTARI

LOGISTIK : 1. RISKA QOMARIYAH 4. NONOK ADIDYA
2. DIDIN SAPUTRA 5. YUNDARI ISRANTI
3. DEDIT IRIANTO

KEAMANAN : 1. ANWAR SETIAWAN
2. ACH. KHOIRUDDIN
3. UDI WAHYU PRIONO
Selamat dan Sukses atas diselenggarakannya LDKS dan Latihan Alam MTs. Nyai H. Ashfiyah Surabaya, Tanggal 7 s/d 9 November 2009, bertempat di Villa Fadma Claket - Mojokerto. Semoga MTs. Nyai H. Ashfiyah selalu menjadi " The Outstanding MTs. In West Surabaya "

L D K S

Apakah LDKS itu???? kegiatan yang melibatkan pengurus OSIS ,kegiatan yang ditujukan untuk melatih para siswa dalam berorganisasi. Kegiatan inilah yang disingkat LDKS, singkatan dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Selama LDKS berlangsung, pastinya banyak hal yang diperoleh oleh siswa, seperti dasarnya terhadap disiplin, cara berkomunikasi, memimpin, dan sebagainya.



Selain materi, merekapun memberikan tugas dan pembinaan. tugas harus dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dan tepat waktu. Hal itu sangat menguji kemampuan serta tanggung jawab siswa sebagai pengurus OSIS. Kegiatan macam LDKS ini juga menyatukan antara Guru, Osis dan siswa.

Dari kegiatan ini pula tentunya kita harapkan agar OSIS memiliki suatu program yang bisa dijalankan dan kegiatan tersebut mampu meraih suatu prestasi yang baik untuk para siswa dan untuk sekolah tercinta.

Kamis, 27 Agustus 2009

PONDOK PESANTREN ROMADHON


Kegiatan Pesantren Pondok Romadhon MTs. Nyai H. Ashfiyah akan dilaksanakan mulai tanggal 31 Agustus s/d 5 September 2009. kegiatan pondok pesantren romadhon kali ini akan dirolling tidak seperti tahun yang lalu, tanggal 31 s/d 1 kelas VII dan VIII tanggal 2 s/d 4 kelas IX, dan tanggal 4 nya akan dilanjutkan bermalam di sekolah, tapi bagi kelas IX saja lho...yang kelas VII dan VIII bisa istirahat di rumah. Kitab yang dipakai siswa adalah TAISIRUL KHOLAK dan ALA LA. kegiatan pondok pesantren romadhon bertempat di gedung MTs. Nyai H. Ashfiyah Surabaya. (kegiatan pondok pesantren romadhon ini GRATIS.....! tanpa dipungut biaya..)

Jumat, 21 Agustus 2009

Persiapan Marathon dan Ramadhan



Teman sekalian,

Coba dibayangkan, seandainya anda adalah seorang pelari nasional yang akan diutus oleh KONI untuk mengikuti lomba lari marathon dunia di Ontario, Kanada. Event tahunan ini merupakan ajang pelari menunjukkan kebolehannya dengan hadiah yang luar biasa. Untuk menghadapi lomba ini, anda akan mempersiapkan fisik dan mental jauh hari sebelum lomba.

Diantara latihan fisik yang anda lakukan adalah lari dalam jarak tertentu seperti 5, 10, 20 atau 25 km. Bahkan anda perlu mencoba lari sampai sekitar 40 km, untuk menyamai jarak yang akan dilombakan. Bisa dibayangkan kalau anda tidak melakukan latihan sampai 40 km, bisa-bisa ketika hari lomba tidak sampai finish. Hal ini menunjukkan bahwa latihan harus diusakan sesuai dengan yang akan dilombakan.

Untuk kesiapan mental terhadap cuaca di Ontario dan penduduk sekitarnya, maka anda tentunya akan tinggal di kota tersebut beberapa minggu sebelum lomba. Anda harus menyesuaikan suhu yang lebih dingin di kota tersebut. Diharapkan pada saat lomba nantinya, tubuh kita sudah siap dan tidak bakal kedinginan atau sakit perut yang bisa menyebabkan kegagalan anda.

Perumpamaan diatas mirip dengan persiapan kita ketika menghadapi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ramadhan yang lamanya 29 atau 30 hari membutuhkan stamina dan kesiapan yang matang. Betapa banyak kita lihat shof sholat tarawih yang penuh pada minggu pertama akan menyusut pada minggu-minggu berikutnya. Dan tidak heran kalau nanti pada minggu terakhir, beberapa warung semakin dikunjungi orang yang tidak kuat menahan haus dan lapar. Atau ada orang yang terkena gangguan kesehatan atau flu ditengah atau akhir Ramadhan, hal ini berarti fisiknya belum siap.

Untuk menghadapi Ramadhan, Rasulullah SAW sering melakukan puasa sunnat di bulan Rajab dan Sya’ban. Hal ini seperti yang tercantum dalam hadits yang diriwayatnya al-Nasa’i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): Usamah berkata pada Nabi saw, ‘Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’

Ibadah lain yang kita perlu persiapkan adalah qiyamu lail atau sholat malam. Dalam bulan Ramadhan, peluang untuk melakukan sholat tahajjud akan besar karena kita akan bangun untuk melakukan sahur. Gunakan waktu sebelum sahur untuk memohon maghfiroh dan keperluan kita kepada Allah SWT.

Bacaan atau tilawah Al Quran juga harus diperbanyak karena bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran dan dimana pahala akan dilipatgandakan. Akan merugilah kita bila waktu yang tersedia dalam bulan tersebut disia-siakan tidak untuk berdzikir atau membaca Al Quran.

Jangan lupa, kita juga perlu membuat suasana ceria dalam keluarga kita dalam menyambut bulan penuh rahmah ini. Bersih dan rapikan rumah. Buatlah hiasan dirumah agar terasa suasana Ramadhan. Buat rencana untuk beribadah bersama keluarga seperti sholat berjamaah, buka puasa dan tadarus bersama. Bahagiakan istri/suami dan anak anda agar bulan Ramadhan M Top (Memang Top).

Wallahu a’lam.


Tiga Nasehat

Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:


“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi

Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

1- BERTAQWA DIMANA SAJA

Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”

Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.

Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya.

2 KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN

Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan.

Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut insya Allah akan dihapuskan.

3- AKHLAQ YANG TERPUJI

Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya: “Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.

Wallahua’lam bish showab.


Berdoa di Bulan Ramadhan
Aturan untuk shoum di bulan Ramadhan telah ditetapkan Allah SWT dalam surat Al Baqarah dari ayat 183 sampai ayat 187. Hampir seluruh ayat tersebut terdapat kata-kata shoum:
(Al Baqarah 183)
(Al Baqarah 184)
(Al Baqarah 185)
(Al Baqarah 187)


Hanya ayat 186 yang tidak mengandung kata shoum:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”


Peletakan ayat ini diantara ayat-ayat tentang shoum Ramadhan bukan tanpa maksud. Kalau ditilik dari asbabun nuzul ayat ini adalah berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Marduwaih, Abussyaikh dan lain-lain).


Menurut riwayat lain, ayat ini turun berkenaan dengan sabda Rasulullah SAW: “Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah SWT telah berfirman ‘Ud’uni astajib lakum’ (berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya)” (QS 40:60). Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?” Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir yang bersumber dari Ali.)


Menurut Sayyid Qutb dalam kitabnya Fii Zhilalil Quran, Allah menjawab langsung tentang keberadaanNya yang sangat dekat dan langsung berfirman bahwa Dia akan mengabulkan segala doa kita. Dalam ayat ini juga terdapat tiga syarat untuk diterimanya suatu doa. Pertama, doa tersebut harus dipanjatkan kepada-Nya secara langsung. Jadi janganlah kita berdoa kepada mahluk Allah seperti jin, makam atau pohon. Dan kalaupun berdoa akan lebih baik apabila doa tersebut diucapkan secara langsung kepada-Nya. Syarat kedua dalam berdoa adalah kita harus memenuhi segala perintah Allah SWT. Seperti ketika seorang anak sebaiknya mengikuti nasehat/perintah orang tuanya untuk mendapatkan yang diinginkannya. Sedang syarat ketiga adalah kita harus beriman kepada-Nya agar doa kita diterima.


Walaupun ayat 186 ini tidak mengandung kata shoum, tapi penempatan ayat ini menunjukkan pentingnya kita berdoa pada bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadits nabi SAW:

“Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab pada waktu berbuka.” (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud)


Atau dalam hadits lain, nabi SAW bersabda:



“Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sehingga dia berbuka dan orang yang dianiaya. Doa mereka diangkat oleh Allah di bawah awan pada hari kiamat dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit dan Allah berfirman, ‘Demi keagungan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun sesudah suatu waktu’” (Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)


Demikianlah, urgensi dari berdoa dalam bulan Ramadhan karena hal itu meningkatkan kemungkinan doa kita diterima. Maka perbanyaklah kita berdoa dalam bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima doa kita.


Wallahua’lam bish showab.



Membiasakan Berbuat Baik


Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)


Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.


Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.

Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.

Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:

“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)

Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.

Pentingnya Menghafal dan Memahami Al Quran

Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.

Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur;an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.

Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“ ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.

Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.

Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.

Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.

Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa“ (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan“ untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.

Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.

Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta“ Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.

Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:

“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.“

Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, „cling“ mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.

Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :


Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
(QS Al Baqarah : 2)

Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.

Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.

Memang solusi pemahaman Al Quran ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajat dari diktat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kiai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Quran dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkulaitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.

Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.



Iman yang Haq



Kita sebagai orang yang memeluk agama Islam tidak boleh berpuas diri dengan predikat seorang Muslim. Karena keislaman seseorang tidak cukup untuk dapat menurunkan pertolongan Allah dalam kehidupan kita di dunia. Keislaman juga belum tentu bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Hanya orang-orang yang beriman sejati yang mendapatkan semua janji2Nya yaitu kebahagian dunia dan akhirat.
Bagaimanakah kriteria atau ciri-ciri orang-orang beriman yang sering dipanggil Allah dengan mesra “…yaa ayyuhal ladzina aamanu…..” ? Allah yang Maha Pengasih telah menyebutkan di dalam Al Quran surat Al Anfal :2-4

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

Dalam firman Allah SWT tersebut jelas sekali menyebutkan bahwa seorang mukmin yang Haq, yang benar-benar tulen, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut>

1. Hatinya yang gemetar hatinya bila disebutkan Asma Allah

Gemetarnya bisa disebabkan karena banyak hal, karena kagum dan takluk pada Kebesaran Allah. Kebesaran dan Kemuliaan Dzat , Sifat maupun PerbuatanNya. Bisa juga karena takut terhadap siksa api neraka yang sangat pedih dan terbayangkan dosa dan kebodohan yang telah dilakukan. Bisa juga gemetar karena berharap karunia surga – dunia maupun akhirat-. Terkadang gemetar haru mengingat sifat Kasih Sayang dan PengampunNya ataupun gemetar hati karena melihat Kebesaran ciptaanNya.
Asma Allah yang disebutkan dalam Al Quran dan hadits biasa disebut dengan 99 Asmaul Husna (bahkan lebih dari itu) menunjukkan Sifat-Sifat Allah yang Agung yang wajib kita ketahui, fahami dan hayati maknanya. Pemahaman atas makna dan tafakkur pada ciptaan2Nya dan Kebesaran Asma-asma Allah itulah yang dapat menghantarkan seseorang pada “wajilat quluubukum”

2. Keimanannya bertambah bila dibacakan ayat-ayat Tuhan
Ayat dalam bahasa Arab artinya bukti. Orang-orang yang imannya tulen bila dihadapannnya dibacakan ayat Al Quran (dalil naqli) ataupun bukti aqli yang berupa demonstrasi Kebesaran Allah dalam penciptaan makhluk-makhlukNya maka bibirnyapun berucap “ Subhanallah…”. Bila membaca Al Quran yang menyebutkan tentang janji-janji Allah keimanannya bertambah, semangat hidupnya makin membara dan semakin giat beramal shalih.
Dan bila dia melihat Kebesaran Allah dalam penciptaan langit , buni dan jagad raya alam semesta maka diapun makin tunduk dan kagum pada Kuasa Allah. Bahkan ketika melihat betapa sempurna dan hebatnya pasukan-pasukan Allah yang berupa misalnya lebah lebah dan madu yang dihasilkan, maka diapun makin yakin dan kagum pada Allah.
Hari-hari orang beriman tidak pernah ada yang menjemukan. Setiap detik yang dilalui dipakai untuk “melihat” demonstrasi Kekuasaan Allah, bertafakkur dan kemudian bertasbih kepada Allah. Dan itu semua makin meningkatkan imannya.

3. Bertawakkal hanya kepada Allah
Bagi orang yang imannya Haq, tidak pernah ada rasa takut dan gentar menghadapi pernak-pernik dan badai di dalam kehidupan dunia. Ketergantungannya kepada Allah dan keyakinan bahwa Allah selalu menuntun dan melindunginya menjadikan langkahnya pasti menapaki roda kehidupan.

…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Putus asa tidak ada dalam kamus hidupnya. Hidup dijalani dengan lapang dan mudah karena jalan keluar dalam tiap masalah, insya Allah ada. Dan rezeki juga sudah ditanggung oleh Allah Azza wa Jalla.

4. Mendirikan Shalat
Mereka ini adalah orang-orang yang gandrung shalat. Shalat menjadi obat segala masalah kehidupan. Persis seperti yang disabdakan junjungan kita Rasulullah SAW :

Apabila engkau mempunyai masalah maka shalat (sunnah) lah 2 rakaat” (HR Bukhari)

Mereka ini bukan sekedar melakukan shalat tapi mendirikannya. Menjaga rukun-rukunnya, waktunya, sunnah-sunnahnya dan juga kekhusyuannya. Shalat merupakan saat-saat yang indah bermunajat kepada Allah, mengadukan beban hidup, memohonkan kemudahan hidup di dunia dan juga kemuliaan hidup di akhirat. Shalat tidaklah menjadi beban bagi mereka bahkan shalat merupakan saat beristirahat dari keruwetan hidup. Dan tepatlah sabda Rasulullah saat menyuruh Bilal adzan dengan berkata : “Wahai Bilal, berilah istirahat kepada kita semua!”

Dan bukti mereka mendirikan shalat adalah akhlaknya di luar shalat. Mengapa ? Karena shalat itulah yang menghalangi mereka berbuat maksiat dan mungkar. Semakin baik mutu shalat maka semakin tinggilah akhlak seseorang

5. Menafkahkan rezeki yang dipunyai

Ciri terakhir seorang mukmin yang tulen adalah mudahnya dia bersedekah. Baginya harta karunia Allah yang didalamnya ada hak fakir miskin. Sedekah adalah tanda syukur kepada Allah kerena diberi kelapangan dalam harta. Tapi dia juga bersedekah dalam keadaan sempit karena jalan kemudahan akan datang dengan derasnya sedekah. Hati orang yang mukmin tidak terikat oleh harta yang dimiliki. Harta diletakkannya di tangan bukan di hati

Demikianlah ciri-ciri seorang mukmin yang Haq, yang tulen. Dan mukmin sejati inilah yang mendapatkan janji Allah yaitu kemuliaan derajat, pengampunan dosa-dosa dan rezeki yang halal dan berkah.
Semoga bahasan ini bisa menjadi jalan intropeksi bagi diri kita masing-masing. Apakah kita sudah mempunyai 5 ciri-ciri di atas ? Bila sudah, kita harus mensyukuri dan meminta Allah mengekalkan sifat-sifat mulia ini dalam diri kita. Bila kita belum memiliki 5 ciri ini maka kita perlu berusaha semaksimal mungkin adigar kita bisa menjadi seorang mukmin sejati, yang dicintai Allahu Rabbi.


dikutip dari :Posted by: Gatot Pramono on: Agustus 11, 2009

Tips Puasa

Kiat Menghindari Bau Mulut Saat Puasa

Masalah bau mulut (halitosis) saat berpuasa memang kerap menimbulkan ketidaknyaman dalam mulut. Namun bau mulut hampir terjadi pada semua orang yang menjalankan ibadah puasa. Tak heran bila kondisi ini kerap kali menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang minder dalam bergaul.

Sebenarnya soal bau mulut ini tak perlu dihindari dan lumrah terjadi apalagi dalam berpuasa. Munculnya bau mulut saat kita berpuasa karena kurangnya cairan di dalam mulut dan saluran pencernaan yang kosong sehingga menimbulkan bau tak sedap tersebut.

Ada beberapa penyebab yang perlu diketahui dalam masalah bau mulut ini. Bau mulut yang disebabkan penyakit tertentu, seperti gangguan pencernaan, terutama pada lambung. Penyakit pada saluran pernapasan, seperti radang tonsil dan sinus juga dapat mengakibatkan bau mulut termasuk bau mulut yang disebabkan gigi berlubang, infeksi pada gusi, dan karang gigi.'

Penyebab yang paling umum terjadi adalah karena tertinggalnya sisa-sisa makanan yang tak dibersihkan di dalam mulut. Sisa-sisa makanan yang masuk di lubang dan sela-sela gigi akhirnya membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Jenis makanan yang berbau tajam pun bisa mengeluarkan bau mulut, seperti bawang, petai, atau jengkol. Pada saat berpuasa kondisi mulut cukup kering. Air liur yang diproduksi pun berkurang. Inilah yang memperkuat terjadinya bau tersebut karena mulut tak terbasuh air liur, tak seperti hari-hari biasanya.

Untuk menghilangkan bau mulut disarankan untuk segera mengatasi penyebabnya. Apabila penyebab bau mulut bukan karena penyakit pernapasan atau pencernaan, maka upaya mengatasinya bisa dilakukan dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan gigi dan mulut. Tak kalah penting adalah perawatan kebersihan gigi dan mulut harian. Biasanya, menyikat gigi dilakukan sehari minimal dua kali. Ini dilakukan sesudah makan agar gigi terbebas dari sisa-sisa makanan.

Jika urusan menyikat gigi belum memuaskan Anda, sempurnakan dengan obat kumur, seperti Listerine untuk rasa bersih dan segar di mulut. Mudah kan?


Berdamai dengan Sakit Maag Selama Puasa


Bulan puasa Ramadhan yang begitu dimuliakan oleh kaum muslim seluruh dunia telah tiba. Kita tentu menyambutnya dengan suka cita. Hanya, ada masalah yang sedikit mengganjal terkait lambung yang suka berulah. Ya, bagi mereka yang menderita sakit maag harus lebih pintar menyiasati agar sakit lambung ini tak datang saat menjalankan ibadah puasa.

Sakit maag merupakan gangguan pada lambung yang disebabkan oleh tidak terkontrolnya produksi asam lambung. Gejala yang timbul adalahlambung terasa perih jika terlambat makan, perut terasa kembung, sering bersendawa, mual, dan kadang-kadang juga diikuti muntah.

Seringkali asam lambung memang naik sampai ke mulut sehingga mulut terasa asam, namun tidak selalu demikian. Pada penderita sakit maag yang parah, bahkan dapat menyebabkan pingsan. Jika sakit maag tidak segera diatasi, akan timbul gangguan kesehatan lain yang lebih parah, antara lain lambung menjadi luka yang disebut tukak lambung. Semua gejala ini timbul akibat keseimbangan asam lambung yang terganggu.
Apa saja yang dapat menyebabkan keseimbangan asam lambung terganggu? Selain pola makan yang tidak teratur, stres juga memicu munculnya sakit maag. Saat stres terjadi perubahan hormonal sedemikian rupa di dalam tubuh kita yang selanjutnya akan merangsang sel-sel di dalam lambung memproduksi asam dalam jumlah berlebihan.
Asam yang berlebihan ini menyebabkan lambung terasa nyeri, perih dan kembung, yang lama kelamaan dapat membuat luka pada dinding lambung. Saat stres hilang, biasanya keluhan sakit lambung akan mereda.

Hal lain yang dapat menyebabkan sakit maag adalah makan tidak teratur. Sebagaimana kita ketahui lambung memang memproduksi asam, yang disebut asam lambung, yang sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang kita makan tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Jadi asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh, tetapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit.
Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika kita makan. Sebaliknya pada saat kita tidak memerlukannya produksi asam lambung akan menurun kembali.

Tubuh dapat merekam kebiasaan-kebiasaan kita yang membentuk suatu pola tertentu yang disebut bioritme. Tubuh akan mempersiapkan diri sesuai dengan bioritme kita. Ini sebabnya tubuh dapat mengingat kapan waktunya kita biasa makan dan bahkan berapa banyak. Pada saat itulah lambung mempersiapkan diri dengan memproduksi asam lambung yang kurang lebih sesuai jumlahnya, agar ketika makanan masuk, lambung dapat mencerna makanan dengan baik.

Nah, jika pola makan kita tidak teratur, tubuh menjadi "bingung", kapan saat yang tepat memproduksi asam lambung dan berapa banyak yang harus diproduksi. Akibatnya produksi asam lambung tidak seimbang, dan timbullah sakit maag.
Banyak penderita sakit maag yang mengaku sakit lambung merka 'sembuh' saat berpuasa. Bisa jadi, karena saat berpuasa kita justru lebih teratur dalam hal pola makan. Buka dan sahur dengan jam tertentu, sehingga tubuh dapat mengingat kebiasaan-kebiasaan baru ini.

Bagaimana jika sakit lambung yang amat sangat saat berpuasa? Sebaiknya tidak memaksakan diri, segera minum obat maag untuk meredakan nyeri lambung tersebut. Jika Anda berpuasa, obat maag tetap dapat diminum 3 kali sehari, yaitu 1 jam sebelum makan sahur, 1 jam setelah makan malam, dan ketika hendak tidur malam.
Selamat berpuasa!

TIPS SEHAT PUASA RAMADHAN


1. Lakukan pemanasan dengan puasa sunnah sya’ban
2. Kuatkan niat dan do’a memohon pertolongan Allah SWT
3. Usahakan makan sahur satu jam menjelang imsya’
4. Lengkapi menu makanan memenuhi gizi empat sehat lima sempurna
5. Segerakan berbuka pada waktu maghrib dengan makan kurma atau makanan yang manis (misal:kolak,kue)
6. Berhentilah makan sebelum kenyang, lanjutkan makan setelah sholat tarawih
7. Lakukanlah aktivitas anda seperti biasa dan rasakan manfaat puasa bagi tubuh anda. Rasa lapar mendorong pemakaian zat lemak yang menumpuk di jaringan tubuh sehingga anda menjadi lebih sehat, nafsu / jiwa lebih terkendali dan menghambat penuaan.
8. Ibu hamil / menyusui = gizi harus terpenuhi (konsultasi dengan dokter)
9. Jangan lupa minum obat sesuai anjuran dokter.
10. Boleh melakukan:
• Injeksi / suntikan
• Meneteskan obat mata
• Donor darah
• Sikat gigi / berkumur (makruh).
• Menelan ludah sendiri

RAMADHAN TLAH TIBA



Bulan penuh hikmah , bulan suci ramadhan telah tiba mari kita sambut dengan gembira.
Keluarga Besar MTs.Nyai H.Ashfiyah mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga bulan yang penuh ampunan ini senantiasa kita diberi kesabaran, ilmu yang manfaat dunia akhirat. amin....

Minggu, 09 Agustus 2009

HUT KE-64 REPUBLIK INDONESIA


Mardeka...mardeka....
" hidup atau mati " itulah semboyan rakyat Indonesia, yang tak rela bangsa tercinta diporak porandakan penjajah..

mari..
dihari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia yang ke-64, kita tingkatkan persatuan dan kesatuan di negara tercinta ini, khususnya di lembaga yang tercinta kita MTs. Nyai H. Ashfiyah. jangan putus asa dalam belajar, semangat yang tinggi tuk mencapai kemerdekaan yang hakiki. semangat dan semangat...

MTs. NYAI H. ASHFIYAH MENGUCAPKAN SELAMAT HUT KE-64 REPUBLIK INDONESIA SEMOGA SELALU JAYA SELAMANYA...

INDONESIA BERDUKA


Keluarga Besar Group teater " PERKASA " MTs. Nyai H. Ashfiyah turut berduka cita atas berpulangnya Si Burung Merak " WS. Rendra " semoga Allah SWT, menerima segala amal baiknya selama di dunia. amin...

Kamis, 09 Juli 2009

MOS 2009

MASA ORIENTASI SISWA ( MOS ) MTs. Nyai H. Ashfiyah dilaksanakan tanggal 14 Juli 2009, tetapi untuk persiapan mos tersebut peserta mos dan osis masuk tanggal 13 Juli 2009. BAGI SISWA BARU MTs. Nyai H. Ashfiyah Surabaya "SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI".
The Outstanding MTs. In West Surabaya.

Rabu, 01 Juli 2009

PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB) TAHUN 2009 / 2010

MTs. NYAI H. ASHFIYAH SURABAYA Status : terakreditasi - A ,Menerima siswa Baru Tahun Pelajaran 2009 / 2010 Info lebih lanjut Hub : office MTs.Ashfiyah Phone : 031-7523483 /Mr. Didiex Phone : 031-70150010

Jumat, 24 April 2009

SELAMAT MELAKSANAKAN UAN

Segenap keluarga Besar OSIS MTs. Nyai H. Ashfiyah mengucapkan selamat Berjuang untuk menghadapi soal-soal Ujian Nasional, kakak-kakak kelas IX kami anggota Osis akan membantu doa guna suksesnya Ujian Nasioanl tahun 2009.
amin...

UJIAN NASIONAL

MTs. Nyai H. Ashfiyah khususnya kelas IX akan melaksanakan Ujian Nasional senin besok tanggal 27 April 2009. Semoga siswa-siswi MTs. Nyai H. Ashfiyah Lulus 100 %

Senin, 20 April 2009

SELAMAT HARI KARTINI


KELUARGA BESAR OSIS MTs. NYAI H. ASHFIYAH MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KARTINI 2009

HARI HARTINI

Mengapa kita memperingati Hari Kartini?


Tanggal 21 April merupakan hari Kartini, seperti barusan terjadi minggu ini. Apa yang saudara lihat? Hampir semua anak sekolah terutama siswi putri pada hari tersebut mengenakan pakaian daerah khusunya kebaya sebagai pakaian nasional. Apakah anak-anak TK tahu maksud dan tujuannya? Juga bagi anak SD, SMP dan SMU? Apakah mereka pakai kebaya karena takut terhadap gurunya yang mengharuskan mereka pakai pakaian kebaya.

Pada peringatan kartini selain anak-anak sekolah, ibu-ibu (yang memperingati), penyiar televisi, supir bus perempuan (trans Jakarta), mereka memperingai hari Kartini dengan pakaian kebaya. Selain itu di kereta KRL Jabodetabek pada hari tersebut dianjurkan tempat duduk hanya untuk putri. Mungkin itu solidaritas dari laki-laki walau hanya sehari.

Namun arti peringatan hari Kartini tidak sesederhana itu. Selain dari pakaian kebaya (nasional) juga pakaian daerah daerah yang melambangkan perbedaan namun tetap satu, adalah penanam nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis oleh Kartini. Penanaman makna perjuangan, kesetaraan, nasionalisme, pendidikan dan pengetahuan yang tinggi seharusnya yang menjadi issu untuk membangkitkan semangat generasi muda khusunya perempuan.

Bagi perempuan untuk memiliki pengetahuan yang cukup maka perempuan harus mempunyai kedudukan dan hak yang sama dengan pria. "Bukankah perempuan itu adalah manusia juga?" tulis Kartini dalam suratnya yang ditujukan kepada sahabatnya, Ny. Abendanon. Surat-suratnya kemudiian dikumpulkan dan dibukukan serta diberi Nama "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Namun di balik itu kalau kita lihat dan dengar, beberapa perempuan masih mendapatkan masalah dengan kesehatan (angka kematian ibu dan angka kesakitan yang masih tinggi), buruh perempuan yang masih lebih rendah upahnya dibanding pria, penyiksaan pembantu (PRT) oleh majikan, angka kekerasan dalam rumah tangga yang semakin tinggi, bahkan di laporkan akhir-akhir ini meningkat jumlahnya. Selain itu para TKW yang bekerja di luar negeri masih belum mendapatkan perlindungan yang semestinya dari negara.

Ingat nasib buruh Marsinah? Sampai sekarang kasusnya tidak pernah tuntas. Itu hanya salah satu kasus saja belum termasuk kasus para TKW yang pulang dengan seribu problema. Belum lagi nasib para TKW yang siap dihadang dengan berbagai tuduhan yang ringan sampai hukuman gantung.

Adakah perbaikan nasib perempuan dan kesamaan gender ini setelah tiap tahun kita memperingati hari Kartini? Bahkan hampir di setiap kabinet pembangunan maupun kabinet reformasi atau kabinet persatuan menteri peranan wanita atau pemberdayaan perempuan tetap ada. Namun demikian apa yang dicita-citakan Kartini belum tercapai secara mulus.

Melalui peringatan Kartini kali ini semoga perbaikan nasib dan harkat martabat perempuan Indonesia khususnya mulai ditingkatkan dan menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya peringatan Kartini saja yang meriah tetapi bagaimana semangat perjuangan Kartini dapat dinikmati oleh seluruh perempuan Indonesia. Hendaknya peringatan Kartini bukan hanya dalam rangka memelihara tradisi dan nilai-nilai budaya tetapi untuk menghilangkan diskriminasi, marginalisasi, eksploitasi, kekerasan terhadap perempuan di mana-mana.

Melalui pendidikan pula, para guru dapat menanamkan semangat cita-cita Kartini kepada para murid-muridnya, orang tua kepada anak-anaknya. Disamping semangat yang tinggi yang telah ditunjukkan hendaknya mereka tanpa mengabaikan hakekatnya sebagai seorang wanita

SEJARAH KARTINI

Riwayat Singkat

"RADEN AJENG KARTINI"


Raden Ajeng Kartini dilahirkan di jepang pada tanggal 21 April 1879, jadi bertepatan 127 tahun yang lalu. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.


Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak berdiri kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.


Raden Ajeng Kartini yang telah meningkat dewasa pada waktu itu, tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan ditengah-tengah kebangsawanan atau keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita, dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan : "Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki".


Dengan melanggar segala aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan-kegiatan kewanitaan lainnya.


Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.


Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.


Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.


Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang".


Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.


Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan dalam bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.


Demikianlah pengungkapan kembali sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, semoga peringatan kali ini membawa manfaat dan membulatkan tekad kita bersama dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini, dan kita dapat memetik buahnya serta butir-butir perjuangan beliau demi kelanjutan perjuangan bangsa indonesia umumnya dan perjuangan wanita khususnya.


Akhirnya kami ucapkan banyak terima kasih atas segala perhatian Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya sudahi dengan wabillah hitaufiq walhidayah wassalamualaikum Wr.Wb.